Prosedur Tingkat Banding

II. Prosedur dan Proses Penyelesaian Perkara Banding

PROSEDUR

Langkah-langkah yang harus dilakukan pemohon banding :

 

1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada Pengadilan Agama / Mahkamah Syar'iyah dalam tenggang waktu :  
   a. 14 (empat belas) hari, terhitung mulai hari berikutnya dari hari pengucapan putusan, pengumuman / pemberitahuan putusan kepada yang berkepentingan
  b. 30 (tiga puluh) hari bagi pemohon yang tidak bertempat di kediaman di wilayah hukum Pengadilan Agama / Mahkamah Syar'iyah yang memutus perkara tingkat pertama (pasal 7 UU. No. 20 Tahun 1947);  
2. Membayar biaya perkara banding (pasal 7 UU. No. 20 Tahun 1947, pasal 89 UU. No. 7 Tahun 1989, yang telah diubah dengan UU. No. 3 Tahun 2006 dan UU. No. 50 Tahun 2009); 
3 Panitera memberitahukan adanya permohonan banding (pasal 7 UU. No. 20 Tahun 1947);
4. Pemohin banding dapat mengajukan memori banding dan Termohon banding dapat mengajukan kontra memori banding (pasal 11 ayat (3) UU. No. 20 Tahun 1947);
5. Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah permohonan diberitahukan kepada pihak lawan, panitera memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melihat surat-surat berkas perkara di Pengadilan Agama / Mahkamah Syar'iyah (pasal 11 ayat (1) UU. No. 20 Tahun 1947);
6. Berkas perkara banding dikirim ke Pengadilan Tinggi Agama / Mahkamah Syar'iyah Propinsi Pengadilan Agama / Mahkamah Syar'iyah, selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterima perkara banding;
7. Salinan putusan banding dikirim oleh Pengadilan Tinggi Agama / Mahkamah Syar'iyah Propinsi Pengadilan Agama / Mahkamah Syar'iyah yang memeriksa perkara pada tingkat pertama untuk disampaikan kepada para pihak;
8. Pengadilan Agama / Mahkamah Syar'iyah menyampaikan salinan putusan kepada para pihak;
9. Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka Panitera :
  a. Untuk perkara cerai talak :
    1) Memberitahukan tentang penetapan hari sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil Pemohon dan Termohon;
    2) Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari;
  b. Untuk perkara cerai gugat :
    Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari.

PROSES PENYELESAIAN PERKARA

1. Berkas perkara banding dicatat dan diberi nomor register;
2. Ketua Pengadilan Tinggi Agama / Mahkamah Syar'iyah Propinsi membuat penetapan Majelis Hakim yang akan memeriksa berkas;
3. Panitera menetapkan Panitera Pengganti yang akan membantu Majelis;
4. Panitera Pengganti menyerahkan berkas kepada Ketua Majelis;
5. Panitera Pengganti mendistribusikan berkas perkara ke Majelis Hakim Tinggi;
6. Majelis Hakim Tinggi memeriksa dan memutuskan perkara banding;
7. Salinan putusan dikirimkan kepada kedua belah pihak melalui pengadilan tingkat pertama.