πŸ•’ 00:00:00 WIB
πŸ•’ πŸ•’ Jam Layanan
πŸ“ πŸ“ Lokasi
☎️ ☎️ Kontak
Logo Pengadilan Agama Subang

PA SUBANG

Jl. KS Tubun No.1 Subang

Beranda    >  Berita    >  PENGADILAN AGAMA SUBANG GELAR UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2026
Lihat Lainnya β†’

πŸ‘€ Jejen πŸ“… 01 June 2026 πŸ‘οΈ 20 kali dilihat

PENGADILAN AGAMA SUBANG GELAR UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2026

Bagikan: βœ“ Tautan berhasil disalin

 

Subang | Pengadilan Agama Subang melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin (1/6/2026) di halaman kantor Pengadilan Agama Subang.

Peserta upacara terdiri dari para Hakim, Panitera, Sekretaris, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pengadilan Agama Subang dan bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Wakil Ketua Pengadilan Agama Subang, Dr. Muhammad Iqbal, S.H.I., M.A.

Dr. Muhammad Iqbal, S.H.I., M.A., menyampaikan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur peradilan. Beliau juga membacakan Teks Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi Kepala BPIP sebagai brikut :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Rahayu, Rahayu, Salam Pancasila!

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.

Selamat Hari Lahir Pancasila!
Jayalah Indonesiaku!
Merdeka!
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu, Rahayu, Rahayu,
Salam Pancasila!

Pelaksanaan upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat serta penuh semangat kebangsaan. Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur peradilan untuk senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Subang semakin memperkokoh semangat nasionalisme dan terus memberikan pelayanan peradilan yang terbaik kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Β 

"Silahkan tanya kami melalui WhatsApp"